Datella

Baju Bodo Merah sampai Jas Tutu': 8 Gaya Pengantin Bugis yang Modern tapi Berakar

Ada Dua Sandaran Utama, Sisanya Detail

Kamu orang Bugis, calon keluarga Bugis, atau jatuh cinta pada keindahan adat Sulawesi Selatan — lalu tersendat di pertanyaan yang sama: warna baju bodo boleh dipilih sesuka hati, atau ada aturannya? Kalau mau terlihat modern, bagian mana yang aman diubah, bagian mana yang sebaiknya ditinggalkan apa adanya? Wajar banget kalau kamu berhenti di sini; hampir setiap calon pengantin yang mengangkat adat Bugis-Makassar sempat ragu di tahap ini.

Kerangka paling jitu: ada dua sandaran utama — baju bodo untuk mempelai wanita dan jas tutu' untuk mempelai pria — dan sisanya adalah detail pendukung yang justru menentukan kesan akhirnya. Berikut 8 inspirasi gaya, dari pilihan warna sampai aksesoris, yang bisa kamu padu-padankan sesuai perasaan dan arahan perias adatmu.

"Tiap Warna Baju Bodo Nyimpan Cerita Usia dan Status"

Hal yang paling sering bikin bingung: di adat Bugis-Makassar, warna baju bodo bukan sekadar selera. Dahulu, setiap warna menandai usia dan status pemakainya. Merah untuk gadis, hijau untuk keturunan bangsawan, ungu untuk janda, jingga untuk anak kecil. Sistem ini sudah berlangsung turun-temurun — dan inilah yang bikin memilih warna baju bodo terasa punya bobot, bukan sekadar soal estetika.

Yang penting kamu tahu sejak awal: pakem warna ini sudah lama tak mengikat secara kaku. Tapi banyak keluarga tetap menganggapnya bagian dari makna, jadi sebaiknya dirundingkan dulu, bukan asal pilih.

Tiga Arah Warna Baju Bodo buat Mempelai Wanita

1. Merah — Klasik untuk Sang Gadis

Merah adalah warna paling lazim untuk mempelai wanita yang belum pernah menikah. Bahan kasanya yang lembut dan longgar, dipadu lipa sabbe bermotif cerah, menghadirkan kesan meriah sekaligus anggun. Kalau kamu ragu mau mulai dari warna mana, merah adalah yang paling aman dan paling akrab di mata tamu.

2. Hijau — kalau Mau Nuansa Keputrian Bangsawan

Hijau dulu diperuntukkan putri bangsawan, dipercaya melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Pilihan ini cocok kalau kamu ingin aura yang lebih tenang dan berwibawa daripada merah yang mencolok. Banyak pengantin modern justru memilih hijau karena terasa lebih eksklusif tanpa harus berteriak.

3. Warna Bebas — Lepas dari Pakem Lama

Seiring waktu, aturan warna berdasarkan status sudah tidak lagi dipegang ketat. Siapa pun kini boleh mengenakan baju bodo warna apa pun — termasuk merah tua, ungu, atau paduan warna yang lebih kontemporer. Inilah pintu masuk gaya "modern": bentuk baju bodonya dipertahankan, warnanya yang dibebaskan.

Mempelai Prianya: Jas Tutu' yang Gagah tapi Nggak Kaku

4. Jas Tutu' Hitam dengan Kancing Emas

Jas tutu' adalah padanan baju bodo untuk mempelai pria — jas berwarna hitam, dada tertutup, lengan panjang, berkrah, dengan kancing emas atau perak di bagian depan. Dipadukan celana dan lipa sabbe, lalu ditutup songkok recca khas Bugis-Makassar. Kesan yang dibawa: gagah, formal, berwibawa — tanpa kesan kaku yang berlebihan. Untuk sentuhan modern, beberapa pasangan mengganti kancing emas polos dengan yang berukir, atau memilih lipa sabbe bermotif geometris ketimbang motif klasik.

Empat Detail yang Bikin Tampilan Tegak

Baju bodo dan jas tutu' adalah kanvasnya. Yang membedakan tampilan biasa dan tampilan yang "tegak" adalah empat detail berikut — dan keempatnya sering luput dipikirkan sampai akhir.

5. Lipa Sabbe — Sutera yang Menyatukan Warna

Lipa sabbe adalah sarung tenun sutera khas Bugis-Makassar dengan corak warna yang cerah. Wanita memakainya sebagai padanan baju bodo, pria sebagai bawahan jas tutu'. Karena warnanya nyala, lipa sabbe sering jadi pengikat seluruh palet — pilih warna yang menyeimbangkan baju bodomu, bukan menumpanginya.

6. Saloko Pinang Goyang — Mahkota yang Jadi Titik Fokus

Saloko pinang goyang adalah mahkota mempelai wanita, diletakkan di kepala. Dinamai begitu karena sebagian aksesorisnya bergoyang halus saat pemakainya bergerak — detail kecil yang justru menarik perhatian. Banyak pengantin modern menjadikan saloko sebagai titik fokus: baju dibuat sederhana, mahkota yang tampil.

7. Paes Dadasa — Hiasan Kening yang Bikin Anggun

Paes dadasa, atau riasan dadasa, adalah hiasan pada bagian kening mempelai wanita yang diciptakan untuk menonjolkan keanggunan. Mirip fungsinya dengan paes pada adat Jawa — tapi siluet dan polanya khas Bugis-Makassar. Ini detail yang dampaknya besar pada hasil foto, padahal banyak calon pengantin baru dengar namanya saat sudah di kursi perias.

8. Ponto, Rante, dan Ponto Naga — Aksesoris Kuningan yang Ditumpuk

Aksesoris logam kuningan adalah ciri khas pengantin Bugis-Makassar. Ponto (gelang) dan rante (kalung) untuk mempelai wanita, ponto naga (gelang berukir naga) untuk mempelai pria. Berat dan bersinar — itulah daya tariknya. Kalau ditumpuk terlalu banyak, kesannya jadi ramai; kalau pas, justru terlihat mewah.

Boleh Pakai Warna di Luar Pakem Lama Sekarang?

Boleh. Salah kaprah kalau mengira aturan warna baju bodo masih mengikat ketat seperti ratusan tahun lalu — hari ini siapa pun bebas memilih warna sesuai selera. Tapi "bebas" bukan berarti "abaikan makna". Banyak keluarga tetap menghargai filosofi warna, jadi keputusan terbaik biasanya lahir dari obrolan bareng, bukan dari satu pihak saja.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa makna warna baju bodo pengantin Bugis?

Dahulu setiap warna baju bodo menandai usia dan status pemakainya: merah untuk gadis, hijau untuk keturunan bangsawan, ungu untuk janda, jingga untuk anak kecil, putih untuk kalangan pembantu atau dukun. Pakem ini berlangsung turun-temurun, meski kini sudah tidak lagi dipegang ketat.

Warna baju bodo apa yang cocok untuk mempelai wanita?

Merah adalah pilihan paling lazim untuk mempelai wanita yang belum pernah menikah. Hijau cocok kalau kamu mau nuansa kebangsawanan yang lebih tenang. Saat ini warna sudah bebas dipilih, tapi sebaiknya tetap dirundingkan dengan keluarga dan perias adat.

Apa itu jas tutu' dan dipakai oleh siapa?

Jas tutu' adalah pakaian adat Bugis-Makassar untuk laki-laki — jas hitam berlengan panjang, dada tertutup, dengan kancing emas atau perak. Dipadukan celana, lipa sabbe (sarung sutera), dan songkok recca. Untuk pernikahan, jas tutu' adalah padanan baju bodo bagi mempelai pria.

Apa saja aksesoris pengantin Bugis-Makassar?

Saloko pinang goyang (mahkota mempelai wanita), ponto (gelang kuningan untuk wanita), rante (kalung kuningan), dan ponto naga (gelang berukir naga untuk mempelai pria). Semuanya terbuat dari logam kuningan yang berat dan bersinar — ciri khas yang membedakan pengantin Bugis-Makassar dari daerah lain.

Apa itu paes dadasa?

Paes dadasa adalah hiasan pada bagian kening mempelai wanita Bugis-Makassar, diciptakan untuk menonjolkan keanggunan. Pola dan siluetnya khas Bugis-Makassar, berbeda dari paes adat Jawa meski fungsinya mirip.