Tingjing Dulu, Baru Sangjit: 2 Babak Pernikahan Tionghoa yang Sering Tertukar
Dua keluarga berkumpul, dua acara nyangkut di kepala, dan kamu belum yakin mana yang harus didulukan. Ada yang menyebut tingjing sebagai lamaran, ada yang menganggapnya bagian dari sangjit. Terus yang mana yang membawa seserahan, dan kapan masing-masing sebenarnya dilakukan?
Wajar banget kalau dua istilah ini menempel jadi satu — keduanya memang sama-sama melibatkan kunjungan keluarga pria ke pihak wanita. Tapi urutannya berbeda, maknanya berbeda, dan kalau tertukar, jadwal persiapanmu bisa ikut berantakan. Biar nggak keliru, mari pisahkan keduanya sejak awal.
Bukan Dua Nama untuk Satu Acara
Cara paling gampang membedakannya: pikirkan keduanya sebagai dua babak berurutan, bukan dua sebutan untuk hal yang sama. Tingjing adalah lamaran — keluarga calon mempelai pria datang untuk meminang, meminta restu, dan menyepakati tanggal pernikahan. Sangjit adalah seserahan — pertunangan resmi yang ditandai penyerahan baki hantaran dari pihak pria ke keluarga wanita.
Ringkasnya: tingjing dulu, baru sangjit. Yang satu menetapkan kesepakatan, yang lain menyerahkan janji secara simbolis.
Tingjing — Lamaran, Minum Teh, dan Tanggal Baik
Tingjing kerap disebut "kunjungan formal" atau upacara minum teh. Intinya, keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah keluarga wanita untuk meminang dan menunjukkan rasa hormat. Acaranya lebih sederhana ketimbang sangjit: ada sambutan, minum teh bersama, lalu pembicaraan inti antarkedua keluarga.
Prosesi Kalungan dan Penentuan Tanggal
Hal yang paling khas dari tingjing adalah prosesi kalungan. Ibu dari pihak laki-laki — atau perempuan yang dituakan di keluarga pria — memakaikan kalung pada calon pengantin wanita sebagai tanda restu. Kalung yang melingkar ini melambangkan ikatan kasih sayang yang tak putus.
Setelah kalungan, barulah kedua keluarga menyepakati tanggal baik. Dalam tradisi Tionghoa, pencarian hari baik ini sering disebut perhitungan Bazi — mencari tanggal yang dianggap paling selaras untuk pernikahan. Inilah momen di mana tanggal akad atau resepsi biasanya mulai dikunci. Karena fungsinya menetapkan jadwal, tingjing wajar dilakukan jauh hari, sekitar enam bulan sampai setahun sebelum hari H. Hantaran yang dibawa di sini pun umumnya ringan: hampers atau buah tangan, sebab seserahan yang berat memang ditunda untuk sangjit.
Sangjit — Hari Penyerahan Seserahan
Sangjit adalah pertunangan resmi yang berpusat pada penyerahan seserahan. Kalau tingjing menetapkan kesepakatan, sangjit menyerahkan bukti keseriusan secara konkret — lewat baki-baki berisi barang simbolis dari pihak pria ke keluarga wanita. Acara ini dilakukan setelah tingjing, biasanya menjelang hari pernikahan.
Warna merah mendominasi sangjit — pada pakaian, baki, hingga dekorasi — karena merah dipercaya membawa kebahagiaan dan kegembiraan. Rombongan pria tiba membawa iring-iringan baki, lalu disambut perwakilan keluarga wanita. Yang menarik, pembawa nampan seserahan biasanya anggota keluarga atau sahabat dekat yang belum menikah, dipimpin seorang keluarga yang dituakan.
Apa Saja yang Wajib Ada di Baki Sangjit?
Jumlah baki harus genap — umumnya 6, 8, atau 12 — karena angka genap melambangkan keberuntungan. Angka 4 sengaja dihindari karena dianggap membawa kesialan dalam tradisi Tionghoa. Tiap baki membawa doa tersendiri:
- Perhiasan satu set lengkap — cincin, anting, kalung, hingga gelang. Satu set yang utuh melambangkan janji bahwa pria sanggup menanggung kesejahteraan pasangannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
- Angpao uang — biasanya dua macam: uang susu (Nai Ji) sebagai penghormatan karena keluarga wanita telah membesarkan calon pengantin wanita sejak kecil, dan uang pesta sebagai modal perayaan.
- Pakaian atau kain berwarna merah — simbol bahwa pihak pria siap memenuhi kebutuhan sandang.
- Wine dan lilin, masing-masing sepasang — melambangkan penerangan jalan rumah tangga baru serta keselarasan pasangan.
- Buah-buahan — berjumlah genap seperti 8 atau 12, umumnya apel atau jeruk, sebagai doa rezeki yang melimpah.
- Kue dan manisan — kue keranjang, kue wijen, hingga teng-teng. Tekstur yang lengket melambangkan keharmonisan, dan jumlah seperti 12 melambangkan kelimpahan.
- Perlengkapan perawatan tubuh — agar kedua belah pihak selalu merawat diri dan memuliakan pasangan.
Kenapa Sebagian Seserahan Justru Dikembalikan?
Sesudah baki diterima, keluarga wanita biasanya membawanya ke dalam untuk dipilah. Lalu muncul kebiasaan yang sering bikin heran: sebagian seserahan dikembalikan ke pihak pria. Ini bukan penolakan, melainkan simbol. Mengembalikan sebagian berarti keluarga wanita masih ingin ikut andil dalam kehidupan anaknya kelak — praktik yang paling umum dilakukan. Bila seluruh seserahan justru diambil, itu menyimbolkan bahwa pengantin wanita diserahkan sepenuhnya kepada pihak laki-laki. Selain itu, pihak perempuan juga lazim membalas dengan baki balasan untuk pria.
Gimana Kalau Salah Satu Keluarga Bukan Tionghoa?
Banyak pasangan lintas budaya yang tetap ingin mengangkat tradisi tingjing dan sangjit, dan itu sah-sah saja. Yang lebih penting daripada "murni atau tidak" adalah kesepakatan kedua keluarga soal seberapa jauh tradisi ini dijalani. Kalau salah satu pihak baru pertama kali mengenal adatnya, jelaskan esensinya dulu — bukan daftar aturan yang bikin tegang. Sebagian keluarga memilih menjalankan keduanya secara penuh, sebagian memadukannya dengan adat pihak lain. Tidak ada satu jalan baku; yang ada adalah kesepakatan yang dijalani berdua.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa beda tingjing dan sangjit?
Tingjing adalah lamaran formal — keluarga pria meminang, meminta restu, dan menetapkan tanggal baik. Sangjit adalah pertunangan resmi yang ditandai penyerahan baki seserahan. Urutannya: tingjing lebih dulu, sangjit menyusul menjelang hari pernikahan.
Kapan sebaiknya tingjing dan sangjit dilakukan?
Tingjing umumnya dilakukan jauh hari, sekitar enam bulan hingga satu tahun sebelum pernikahan, karena di sinilah tanggal pernikahan disepakati. Sangjit dilakukan setelah tingjing, biasanya satu minggu hingga satu bulan sebelum hari H, dengan mengambil waktu yang dianggap baik.
Jumlah baki sangjit harus berapa?
Harus genap — umumnya 6, 8, atau 12 baki — karena angka genap melambangkan keberuntungan. Angka 4 dihindari karena dianggap membawa kesialan dalam tradisi Tionghoa.
Kenapa sebagian seserahan sangjit dikembalikan?
Mengembalikan sebagian seserahan adalah simbol bahwa keluarga wanita masih ingin ikut andil dalam kehidupan anaknya — ini praktik yang paling umum. Bila seluruh seserahan diambil, itu menyimbolkan penyerahan pengantin wanita sepenuhnya kepada pihak laki-laki.
Bolehkah mengadakan tingjing dan sangjit kalau salah satu keluarga bukan Tionghoa?
Boleh. Banyak pasangan lintas budaya tetap mengangkat tradisi ini. Yang terpenting adalah kesepakatan kedua keluarga soal seberapa jauh adatnya dijalani, bukan soal "murni" atau tidak.
