Walimatul Ursy Itu Bukan Lomba Paling Megah — Ini Makna dan Caranya yang Sesuai Sunnah
"Itu Kan Cuma Pesta, Kenapa Sampai Diatur Agama?"
Baru selesai akad, udah kepikiran walimahnya mau kayak gimana — sekadar makan-makan keluarga, atau undang separuh kota? Terus kalau budgetnya lagi pas-pasan, masih wajib nggak? Wajar banget kalau pertanyaan begini muncul. Walimah sering terasa seperti "cuma resepsi", padahal dalam Islam ia punya tempat sendiri, diatur penuh, dan punya tujuan yang lebih besar dari sekadar meriahkan hari bahagia.
Intinya, walimatul ursy adalah jamuan syukur atas terlaksananya akad nikah — bukan lomba siapa paling megah. Berikut apa sebenarnya yang dimaksud, hukumnya, kapan sebaiknya digelar, dan adab yang sering luput dipikirin.
Dua Acara dalam Satu Ikatan: Akad dan Walimah
Dalam Islam, pernikahan mencakup dua hal: akad nikah dan walimah. Akad adalah pernyataan sah yang mengikat — diucapkan wali, diterima mempelai pria, disaksikan. Walimah baru datang setelahnya, sebagai perayaan dan jamuan makan yang menjadi wujud syukur atas akad tadi.
Secara bahasa, walimatul ursy terdiri dari al-walimah yang berarti berkumpul, dan al-'urs yang berarti menikah. Jadi yang dimaksud bukan sekadar "pesta pernikahan" dalam pengertian umum, melainkan berkumpulnya keluarga dan tamu untuk mensyukuri pernikahan dengan menghidangkan makanan. Tanpa unsur syukur dan jamuan, sebuah acara bisa jadi cuma resepsi biasa — bukan walimah dalam makna penuhnya.
Wajib atau Sunnah Muakkad?
Di sinilah yang paling sering bikin bingung, dan memang ada dua pendapat ulama. Sebagian ulama — di antaranya Imam asy-Syafi'i, Imam Malik, dan Ibnu Hazm — memandang walimah hukumnya wajib, berlandaskan perintah Nabi kepada sahabat Abdurrahman bin Auf agar mengadakan walimah. Sementara jumhur (mayoritas) fuqaha memandangnya sebagai sunnah muakkad — dianjurkan kuat, dan dilakukan sebatas kemampuan.
Yang menarik, perintah sunnahnya justru menekankan kesederhanaan. Nabi bersabda, "Selenggarakanlah walimah walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing" (HR. Bukhari dan Muslim). Maksudnya cukup jelas: yang utama adalah syukurnya terlaksana dan dibagi, bukan skala hidangannya.
Kapan Sebenarnya Walimah Digelar?
Waktu pelaksanaannya bervariasi dan boleh disesuaikan dengan adat setempat. Walimah bisa digelar pada saat akad atau setelahnya — mayoritas masyarakat Indonesia mengadakannya sesudah ijab kabul yang sah selesai. Dalam kitab fikih mazhab Syafi'i, rentang waktunya cukup longgar: dari saat akad nikah hingga setelah hubungan suami-istri pertama terjadi (dalam istilah fikih disebut dukhl).
Di banyak daerah, walimah terbagi lagi jadi beberapa momen — misalnya walimah dari pihak mempelai perempuan dan walimah dari pihak mempelai pria, digelar di hari atau lokasi berbeda. Nabi sendiri menyelenggarakan walimah keesokan hari setelah menikah, sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Anas. Intinya, nggak ada satu waktu yang kaku — yang penting dilakukan dalam rentang yang sah.
Undang yang Mampu Saja? Sunnah Malah Bilang Sebaliknya
Ini bagian yang paling sering terlewat. Nabi memperingatkan keras soal daftar tamu: walimah terburuk adalah yang hanya mengundang orang-orang kaya dan meninggalkan orang-orang miskin. Sebaliknya, beliau menganjurkan agar yang diundang mencakup orang-orang saleh, baik yang mampu maupun yang sedang kekurangan.
Nggak sedikit pasangan yang stres karena merasa "harus" mengundang seluruh kerabat jauh dan kolega demi gengsi, lalu menekan anggaran di tempat lain. Padahal sunnahnya berbalik arah: daftar tamu yang lebih kecil tapi mencakup mereka yang jarang diundang justru lebih bermakna — dan lebih ringan di kantong.
Adab Kamu sebagai Tamu
Kalau kamu yang diundang, ada adab yang bikin kehadiranmu lebih bermakna:
- Datang tepat waktu, dan jangan berlebihan dalam berdandan.
- Perlakukan sesama tamu dengan hormat — ingat kamu bukan satu-satunya yang hadir.
- Mendoakan kedua mempelai dan keluarganya. Ini hadiah yang sering dilupakan, tapi paling berharga.
- Membaca bismillah sebelum makan dan tidak menyisakan hidangan berlebihan.
Satu hal lagi: menghadiri undangan walimah ketika kamu diminta hadir termasuk yang sangat dianjurkan, bahkan sebagian riwayat menyebutnya kewajiban bagi yang diundang. Jadi selama tidak ada halangan, usahakan hadir.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu walimatul ursy?
Jamuan syukur atas terlaksananya akad nikah, berupa berkumpulnya keluarga dan tamu dengan menghidangkan makanan. Berbeda dari resepsi biasa, walimah menitikberatkan pada unsur syukur dan berbagi, bukan sekadar meriahkan acara.
Hukum walimatul ursy wajib atau sunnah?
Ada dua pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib, sementara jumhur fuqaha memandangnya sunnah muakkad yang dilakukan sesuai kemampuan. Keduanya sepakat walimah dianjurkan, dan sunnahnya menekankan kesederhanaan — "walau hanya dengan seekor kambing".
Kapan waktu pelaksanaan walimah?
Boleh pada saat akad atau setelahnya, disesuaikan dengan adat setempat. Mayoritas di Indonesia menggelarnya setelah ijab kabul sah. Rentang waktunya cukup longgar, dari saat akad nikah hingga setelah hubungan suami-istri pertama terjadi.
Siapa yang sebaiknya diundang dalam walimah?
Sunnah menganjurkan mengundang orang-orang saleh, baik yang mampu maupun yang sedang kurang mampu. Walimah yang hanya mengundang orang kaya dan meninggalkan orang miskin justru disebut sebagai walimah terburuk dalam hadits.
Apakah wajib menghadiri undangan walimah?
Menghadiri undangan walimah ketika diminta sangat dianjurkan, dan sebagian riwayat menyebutnya wajib bagi yang diundang. Selama tidak ada halangan, usahakan hadir — itu bagian dari memuliakan undangan.
