Dari Paes sampai Sanggul: 4 Penyesuaian Solo Putri untuk Pengantin Berhijab
Mau Solo Putri Tapi Berhijab — Paes-nya Bagaimana?
Kamu jatuh cinta sama kebaya beludru hitam, batik bermotif sidomukti, dan roncean melati yang menjuntai dari kepala sampai pinggang. Tapi kamu berhijab, dan pertanyaan mulai berkelebat: paes-nya masih bisa dipakai? Sanggul bokor mengkurep jelas nggak mungkin — terus cunduk mentul-nya dipasang di mana? Dan kebaya yang biasanya berleher terbuka, gimana tetap syar'i?
Wajar banget kalau pertanyaan-pertanyaan ini bikin kamu ragu. Banyak pengantin berhijab yang awalnya nyerah duluan, mengira Solo Putri cuma buat yang rambutnya terbuka. Padahal nggak begitu — setiap elemen gaya ini sudah punya jalur adaptasi yang ditempuh banyak muslimah, dari yang ketat pakem sampai yang fleksibel. Berikut titik-titik keputusannya, dari yang paling rumit sampai yang paling gampang.
Apa Itu Solo Putri, Singkatnya
Sebelum bicara soal penyesuaian, sekilas soal pakemnya. Solo Putri adalah gaya pengantin adat Surakarta yang ditujukan untuk akad atau sesudah upacara panggih. Ciri utamanya: kebaya panjang berbahan bludru hitam, kain batik bermotif sidomukti, sidoasih, atau sidoluhur, paes (hiasan dahi) warna hitam pekat, sanggul bokor mengkurep, cunduk mentul berjumlah ganjil, dan tibo dodo — roncean melati yang menjuntai dari kepala sampai pinggang. Kesan yang dibawa: anggun, tertutup, formal.
Yang benar-benar benturan dengan hijab cuma dua elemen: sanggul dari rambut asli dan paes yang dilukis langsung di dahi. Sisanya — kebaya, batik, melati, sampai cunduk mentul — tinggal disesuaikan. Jadi masalahnya jauh lebih kecil daripada yang kamu bayangkan.
Paes Tetap Dilukis, atau Diganti Sama Sekali?
Ini keputusan pertama dan paling sering bikin bingung. Ada dua jalur yang sama-sama sudah teruji di lapangan.
Pertama: paes tetap dipakai, tapi dilukis di atas ciput atau inner hijab. Perias menggambar bentuk gajahan, pengapit, dan penitis di atas kain ciput yang menutupi dahi — bukan di kulit langsung. Hasilnya bentuk paes-nya tetap utuh, tapi dahi dan rambut tetap tertutup. Alyssa Soebandono memakai cara ini: hijab hitam sebagai dasar, paes pidih hitam dilukis di atasnya, lalu cunduk mentul dan ronce melati ditumpuk berlapis di atas.
Kedua: paes diganti total. Kalau kamu atau keluargamu merasa paes bukan hal yang wajib dipertahankan, hijab berwarna senada kulit bisa membentuk ilusi dahi yang bersih tanpa lukisan apa pun. Adhitya Putri memilih jalur ini — hijab warna kulit, tanpa paes, lalu cunduk mentul berjumlah tujuh dan tibo dodo dipasang di atasnya. Beberapa perias juga menawari alternatif dekoratif seperti renda perlik, hiasan kepala keemasan, atau kembang goyang sebagai pengganti visual paes.
Keduanya sama-sama diterima secara adat selama perias pengantin pilihanmu setuju. Yang membedakan cuma seberapa kuat kamu ingin mempertahankan bentuk paes aslinya.
"Sanggul Asli Nggak Bisa Dipakai — Tapi Cunduk Mentul Tetap Bisa"
Sanggul bokor mengkurep butuh rambut asli yang disanggul besar di belakang kepala. Untuk pengantin berhijab, ini jelas diganti. Tapi cunduk mentul — semacam tusuk hias bermotif bunga atau gunungan yang biasanya ditancapkan ke sanggul — tetap bisa dipasang, kali ini ditancapkan ke hijab atau ke sanggul palsu yang diletakkan di atas hijab.
Oki Setiana Dewi mengenakan hijab hitam dulu, baru menumpuk cunduk mentul di atasnya. Jumlahnya tetap mengikuti pakem ganjil — biasanya tujuh atau sembilan buah. Gunungan (hiasan berbentuk gunung keemasan) dan sumping tetap menempel di samping dekat telinga.
Intinya: yang hilang sanggulnya, bukan cunduk mentulnya. Ini detail yang sering bikin calon pengantin salah menyimpulkan bahwa seluruh hiasan kepala harus dibuang begitu berhijab.
Kebaya Beludru yang Tutup dan Rapi
Kebaya Solo Putri klasik berlengan pendek dengan leher yang cukup terbuka. Untuk pengantin berhijab, ini disiasati dengan dua cara yang umum.
Yang pertama: kebaya dimodifikasi langsung — lengan dipanjangkan, kerah ditutup, dan pergelangan tangan diberi manset. Adhitya Putri menyiasati bagian kerahnya dengan manset yang membuat leher tetap tertutup rapi tanpa merusak siluet kebaya aslinya.
Yang kedua: bahan beludru tetap dipakai, tapi modelnya dibuat longgar dan panjang menjuntai seperti train gaun pengantin modern. Beberapa memilih beludru dengan pola emas untuk kesan yang lebih mewah, sementara lainnya tetap setia ke hitam pekat klasik. Alyssa Soebandono justru memilih kebaya putih panjang alih-alih beludru hitam — bukti bahwa warna kebaya juga bisa kamu sesuaikan tanpa kehilangan esensi Solo Putri.
Satu hal praktis: beludru itu berat dan panas. Kalau akad atau panggihmu di ruang terbuka atau siang hari, bicarakan opsi bahan yang lebih ringan tapi tetap memberi struktur yang sama.
Aksesoris yang Tetap Berfungsi di Atas Hijab
Bagian ini paling gampang — hampir semua aksesoris Solo Putri bekerja tanpa benturan. Tibo dodo, roncean melati panjang dari kepala sampai pinggang, tetap dipasang persis seperti biasa. Kalung sungsun (kalung berlapis keemasan yang menutupi leher) justru membantu menutup bagian leher dengan rapi. Gelang binggel kana di pergelangan tangan, selop berhias, dan kain batik sidomukti sama sekali nggak terpengaruh oleh hijab.
Yang perlu kamu perhatikan cuma keseimbangan visual: hijab sudah memberi volume di area kepala, jadi cunduk mentul dan gunungan jangan terlalu besar sampai kepala terlihat berlebihan. Perias adat Solo biasanya mahir soal proporsi ini — mereka sudah terbiasa menyesuaikan.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah pengantin berhijab tetap bisa memakai paes Solo Putri?
Bisa. Paes dilukis di atas ciput atau inner hijab, bukan langsung di kulit dahi. Bentuk gajahan, pengapit, dan penitis tetap utuh — yang berbeda cuma medianya. Alyssa Soebandono memakai cara ini dengan hijab hitam sebagai dasar.
Kalau paes mau diganti, apa pilihannya?
Hijab berwarna senada kulit yang membentuk ilusi dahi bersih, renda perlik, hiasan kepala keemasan, atau kembang goyang. Adhitya Putri memilih hijab warna kulit tanpa paes sama sekali, lalu menumpuk cunduk mentul di atasnya.
Kalau sanggul diganti hijab, apakah cunduk mentul juga hilang?
Tidak. Sanggul bokor mengkurep memang tidak bisa dipakai, tapi cunduk mentul tetap ditancapkan ke hijab atau sanggul palsu di atas hijab. Jumlahnya tetap ganjil — biasanya tujuh atau sembilan. Gunungan dan sumping juga tetap dipasang.
Bagaimana kebaya beludru disesuaikan agar tetap syar'i?
Lengan dipanjangkan, kerah ditutup, dan pergelangan tangan diberi manset. Beberapa perias membuat model longgar yang menjuntai seperti train gaun modern. Bahan beludru tetap bisa dipakai; warna bisa hitam klasik atau dimodifikasi sesuai selera.
Aksesoris adat apa yang masih bisa dipakai bersama hijab?
Hampir semuanya: tibo dodo, kalung sungsun, gelang binggel kana, kembang goyang, sampai kain batik. Tidak ada yang benturan dengan hijab — yang perlu diperhatikan cuma proporsi, karena hijab sudah memberi volume di kepala.
